Warsansambel"Warung Santai Sambil Belajar "
Di Sini Saya Akan Memberikan 16 Contoh PElanggaran Ham Yaitu:
Seperti Di Bawah Ini ↡↡↡ ^_^ ↡↡↡
Daffa A'r-20-11-2016
Contoh Kasus Pelanggaran
HAM di Indonesia - Pelanggaran HAM merupakan pelanggaran atau
kelalaian terhadap kewajiban asasi yang dilakukan seseorang terhadap orang
lain. Akan tetapi tidak semua pelanggaran yang berkenaan dengan hak merupakan
pelanggaran HAM. Yang termasuk dalam pelanggaran HAM diantaranya pembunuhan dan pelecehan,
berikut penjelasan mengenai pelanggaran HAM serta Contoh Kasus Pelanggaran HAM
di Indonesia.
Pelanggaran
HAM di indonesia telah
diatur di UU No. 39 tahun 1999 yang mengatakan bahwa :
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia |
"Pelanggaran HAM merupakan segala tindakan yang dilakukan oleh seseorang maupun sekelompok orang termasuk aparat negara baik disegaja maupun tidak disengaja yang dapat mengurangi, membatasi, menghilangkan atau mencabut hak asasi orang lain yang dilindungi oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak mendapatkan penyelesaian hukum yang benar dan adil sesuai mekanisme hukum yang berlaku"
Bentuk Pelanggaran HAM
Pelanggaran
HAM menurut sifatnya terbagi dua :
1.Pelanggaran HAM ringan yaitu pelanggaran
HAM yang tidak menancam jiwa manusia.
2. Pelanggaran HAM berat yaitu pelanggaran
HAM yang mengancam nyawa manusia.
Pelanggaran
yang marak dijumpai di masyarakat antara lain :
1.Penyiksaan adalah perbuatan yang
menimbulkan rasa sakit atau penderitaan baik jasmani maupun rohani.
Deskriminasi adalah pembatasan, pelecehan, dan pengucilan yang dilakukan langsung atau tidak lengsung yang didasarkan perbedaan manusia atas Suku, ras, etnis, dan Agama
Deskriminasi adalah pembatasan, pelecehan, dan pengucilan yang dilakukan langsung atau tidak lengsung yang didasarkan perbedaan manusia atas Suku, ras, etnis, dan Agama
1.
Pembantaiaan Rawagede
Pembantaian
Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi penembakan dan pembunuhan
penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa
Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember 1945 bersamaan dengan Agresi
Militer Belanda I. Akibatnya puluhan warga sipil terbunuh oleh tentara Belanda
yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas. Tanggal 14 September 2011,
Pengadilan Den Haaq menyatakan pemerintah Belanda bersalah dan harus
bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi (kompensasi) kepada keluarga
korban pembantaian Rawagede.
2.
Kasus Pembunuhan Munir
Munir
Said Thalib merupakan aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran
HAM. Munir lahir di Malang pada 8 Desember 1965. ia meninggal pada 7 September
2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika Munir sedang melakukan perjalanan
menuju Amsterdam, Belanda. Spekulasi mulai bermunculan, banyak berita yang
mengabarkan bahwa Munir meninggal di dalam pesawat karena serangan
jantung, dibunuh, bahkan diracuni. Namun, sebagian orang percaya bahwa Munir
meninggal karena diracun menggunakan Arsenikum di makanan atau minumannya saat
ia merada di dalam pesawat.
3.
Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita, Marsinah
Kasus
Marsinah terjadi pada 3-4 Mei 1993. Seorang pekerja dan aktivitas wanita PT
Catur Putera Surya Porong, Jatim. Peristiwa ini berawal dari aksi mogok yang
dilakukan oleh Marsinah dan buruh PT CPS. Mereka menuntun kepastian pada
perusahaan yang telah melakukan PHK mereka tanpa alasan. Setelah aksi demo
tersebut, Marsinah malah ditemukan tewas 5 hari kemudian. Ia tewas di kawasan
hutan Wilangan, Nganjuk dalam kondisi mengenaskan dan diduga menjadi korban
pelanggaran HAM berupa penculikan, penganiayaan dan pembunuhan. Penyelidikan
masih belum menemukan titik terang hingga sekarang.
4.
Penculikan Aktivis (1997/1998)
Kasus
penculikan dan penghilangan secara paksa para aktivis pro-demokrasi, sekitar 23
aktivis pro-demokrasi diculik. Kebanyakan aktivis yang diculik disiksa dan
menghilang, meskipun ada satu yang terbunuh. 9 aktivis dilepaskan dan 13
aktivis lainnya masih belum diketahui keberadaannya sampai kini. Banyak orang
berpendapat bahwa mereka diculik dan disiksa oleh para anggota militer.
5.
Peristiwa Tanjung Priok (1984)
Kasus
tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar yang
berawal dari masalah SARA dan unsur politis. Peristiwa ini dipicu oleh warga
sekitar yang melakukan demonstrasi pada pemerintah dan aparat yang hendak
melakukan pemindahan makam keramat Mbah Priok. Para warga yang menolak dan
marah kemudian melakukan unjuk rasa, hingga memicu bentrok antara warga dengan
anggota polisi dan TNI. Dalam peristiwa ini diduga terjadi pelanggaran HAM
dimana terdapat ratusan korban meninggal dunia akibat kekerasan dan penembakan.
6.
Penembakan Misterius (Petrus)
Diantara
tahun 1982-1985, peristiwa ini mulai terjadi. ‘Petrus’ adalah sebuah peristiwa
penculikan, penganiayaan dan penembakan terhadap para preman yang sering
menganggu ketertiban masyarakat. Pelakunya tidak diketahui siapa, namun
kemungkinan pelakunya adalah aparat kepolisian yang menyamar (tidak memakai
seragam). Kasus ini termasuk pelanggaran HAM, karena banyaknya korban Petrus
yang meninggal karena ditembak. Kebanyakan korban Petrus ditemukan meninggal
dengan keadaan tangan dan lehernya diikat dan dibuang di kebun, hutan dan
lain-lain. Terhitung, ratusan orang yang menjadi korban Petrus, kebanyakan
tewas karena ditembak.
7.
Kasus Bulukumba
Kasus
Bulukumba merupakan kasus yang terjadi pada tahun 2003. Dilatar belakangi oleh
PT. London Sumatra (Lonsum) yang melakukan perluasan area perkebunan, namun
upaya ini ditolak oleh warga sekitar. Polisi Tembak Warga di Bulukumba. Anggota
Brigade Mobil Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilaporkan menembak
seorang warga Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Senin (3 Oktober
2011) sekitar pukul 17.00 Wita. Ansu, warga yang tertembak tersebut, ditembak
di bagian punggung. Warga Kajang sejak lama menuntut PT London mengembalikan
tanah mereka.
8.
Pembantaian Massal Komunis (PKI) 1965
Pembantaian
ini merupakan peristiwa pembunuhan dan penyiksaan terhadap orang yang dituduh
sebagai anggota komunis di Indonesia yang pada saat itu Partai Komunis
Indonesia (PKI) menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia dengan
anggotanya yang berjumlah jutaan. Pihak militer mulai melakukan operasi dengan
menangkap anggota komunis, menyiksa dan membunuh mereka. Sebagian banyak orang
berpendapat bahwa Soeharto diduga kuat menjadi dalang dibalik pembantaian 1965
ini. Dikabarkan sekitar satu juta setengah anggota komunis meninggal dan
sebagian menghilang. Ini jelas murni terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia.
9.
Pembantaian Santa Cruz
Kasus
ini masuk dalam catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, yaitu pembantaian
yang dilakukan oleh militer (anggota TNI) dengan menembak warga sipil di
Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor Timur pada 12 November 1991. Kebanyakan warga
sipil yang sedang menghadiri pemakaman rekannya di Pemakaman Santa Cruz
ditembak oleh anggota militer Indonesia. Puluhan demonstran yang kebanyakkan
mahasiswa dan warga sipil mengalami luka-luka bahkan ada yang meninggal. Banyak
orang menilai bahwa kasus ini murni pembunuhan yang dilakukan oleh anggota TNI
dengan melakukan agresi ke Dili, dan merupakan aksi untuk menyatakan
Timor-Timur ingin keluar dari Indonesia dan membentuk negara sendiri.
10.
Kasus Dukun Santet di Banyuwangi
Peristiwa
pembunuhan ini terjadi pada tahun 1998. Pada saat itu di Banyuwangi sedang
marak maraknya terjadi praktek dukun santet di desa desa. Warga sekitar yang
berjumlah banyak mulai melakukan kerusuhan berupa penangkapan serta pembunuhan
terhadap orang yang dituduh sebagai dukun santet. Sejumlah orang yang dituduh
dukun santet pun dibunuh tanpa peradilan, ada yang dibacok, dipancung bahkan
dibakar hidup-hidup. Tentu saja polisi bersama anggota TNI dan ABRI tidak
tinggal diam, mereka menyelamatkan orang yang dituduh dukun santet yang
beruntung masih selamat dari amukan warga.
11.
Peristiwa 27 Juli (1996)
Peristiwa
ini disebabkan oleh para pendukung Megawati Soekarno Putri yang menyerbu dan
mengambil alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 1996. Massa
mulai melempari dengan batu dan bentrok, ditambah lagi kepolisian dan anggota
ABRI datang berserta Pansernya. Kerusuhan meluas sampai ke jalan-jalan, massa
mulai merusak bangunan dan rambu-rambu lalu-lintas. Dikabarkan lima orang
meninggal dunia, puluhan orang (sipil maupun aparat) mengalami luka-luka dan
sebagian ditahan. Menurut Komnas HAM, dalam peristiwa ini telah terbukti
terjadinya pelanggaran HAM.
12.
Kasus Penganiayaan Wartawan Udin (1996)
Kasus
penganiayaan dan terbunuhnya Wartawan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin)terjadi di
yogyakarta 16 Agustus 1996. Sebelum kejadian ini, Udin kerap menulis artikel
kritis tentang kebijakan pemerintah Orde Baru dan militer. Ia menjadi wartawan
di Bernas sejak 1986. Udin adalah seorang wartawan dari harian Bernas yang
diduga diculik, dianiaya oleh orang tak dikenal dan akhirnya ditemukan sudah
tewas.
13.
Tragedi Semanggi I dan II
Tragedi
Semanggi merupakan peristiwa protes masyarakat kepada pelaksanaan serta agenda
Sidang Istimewa MPR yang mengakibatkan tewasnya warga sipil, kejadian yang pertama
di kenal dengan nama Tragedi Semanggi I yang terjadi pada tanggal 13 November
1998. Dalam kasus ini 5 orang korban meninggal, yaitu Teddy Mahdani K, Bernadus
Irmawan, Muzamil Joko P, Abdullah dan Sigit Prasetyo. Kemudian kejadian kedua
di kenal dengan nama Tragedi semanggi II yang terjadi pada tanggal 24 September
1999 yang memakan 5 orang korban meninggal yaitu Salim Ternate, Denny Yulian,
Yap Yun Hap, Zainal dan Fadli.
14.
Pelanggaran HAM di Daerah Operasi Militer (DOM), Aceh
Terjadi
pada tahun 1976-1989, memakan banyak ribuan korban jiwa. Peristiwa yang terjadi
semenjak dideklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Di Tiro, Aceh selalu
menjadi daerah operasi militer dengan itensitas kekerasan yang tinggi.
15.
Tragedi Trisakti
Peristiwa
penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998, pada saat
demonstrasi menuntut Soeharto mundur dari jabatannya. Dalam kasus ini
menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti diantaranya : Hendrawan Sie
(1975-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Elang Mulia Lesmana (1978-1998) dan
Hafidin Royan (1976-1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena
peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada.
16.
Peristiwa Abepura, Papua
Peristiwa
ini terjadi di Abepura, Papua pada tahun 2003. Terjadi akibat penyisiran yang
membabi buta terhadap pelaku yang diduga menyerang Mapolsek Abepura. Komnas HAM
menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM di peristiwa Abepura.
Itulah beberapa kasus-kasus yang berkaitan
dengan pelanggaran HAM di Indonesia. Semoga saja kedepannya Indonesia bisa
lebih tenram dan damai serta terhindar dari pelanggaran-pelanggaran yang
terjadi dalam masyarakat terutama pelanggaran HAM
Sekian Terimakasih Untuk Yg Membaca Atau Untuk Mengambil Beberapa Hal Dari Atas Sampai Akhir ^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar